📢 Selamat Datang di Blog Resmi TPP Kecamatan Barambai | 📊 Update Data Dana Desa Terbaru 2026 | 🤝 TPPMenginspirasi | 🤝 DesaMaju | 🤝 PendampingBerdaya | 🤝 #TPPKerjaBerdampak |

Senin, 25 Mei 2026

Dari Penyaluran DD hingga Ketapang, Banyak Hal Penting Dibahas dalam OJT TPP Barambai

 

OJT Laporan Pemanfaatan Dana Desa 2026, TPP Kecamatan Barambai Diskusikan Ketahanan Pangan dan Penyaluran DD

Suasana diskusi dan pembelajaran terasa begitu hidup dalam kegiatan OJT Laporan Pemanfaatan Dana Desa Tahun 2026 yang diikuti oleh seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Barambai, baik Pendamping Desa (PD) maupun Pendamping Lokal Desa (PLD). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat pemahaman terkait pelaporan pemanfaatan Dana Desa, penyaluran Dana Desa (DD), pembayaran BLT Desa, hingga arah kegiatan Ketahanan Pangan (Ketapang) di desa.

Dalam kegiatan tersebut, TAPM Kabupaten selaku PIC Penyaluran DD, Pembayaran BLT, dan Pemanfaatan Dana Desa, Bapak Akhmad Abdul Azis memberikan banyak masukan, arahan, sekaligus membuka ruang diskusi yang interaktif bersama para pendamping desa. Tidak hanya membahas teknis laporan, peserta juga diajak memahami bagaimana Dana Desa benar-benar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Diskusi juga dilakukan bersama Kepala Desa Pendalaman, Bapak Idrus yang turut menyampaikan berbagai pengalaman dan pandangan terkait pelaksanaan program desa, khususnya kegiatan Ketahanan Pangan. Kehadiran beliau menambah suasana diskusi menjadi lebih menarik karena peserta dapat mendengar langsung kondisi dan tantangan yang dihadapi pemerintah desa dalam menjalankan program yang bersumber dari Dana Desa.

Pembahasan mengenai program Ketahanan Pangan menjadi salah satu topik yang paling banyak menyita perhatian peserta. Mulai dari pengelolaan kegiatan, strategi keberlanjutan usaha desa, hingga tantangan di lapangan dibahas secara santai namun penuh makna. Para peserta tampak antusias menyampaikan pengalaman serta kondisi desa dampingan masing-masing.

Kegiatan ini bukan sekadar OJT biasa, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama agar pelaksanaan Dana Desa Tahun 2026 semakin tepat sasaran, transparan, dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat desa. Dengan adanya diskusi seperti ini, diharapkan seluruh pendamping desa semakin siap dalam mengawal berbagai program prioritas desa ke depan.

Menariknya, banyak hal baru dan pengalaman lapangan yang dibagikan selama kegiatan berlangsung. Inilah yang membuat suasana diskusi terasa lebih hidup, penuh ide, dan membuka wawasan baru bagi para peserta yang hadir.


Editor : Hery Sulistiyono, SKM

Jumat, 22 Mei 2026

Rencana Jadwal Musdes Perencanaan Pembangunan Desa TA 2027

RENCANA JADWAL MUSYAWARAH DESA

Perencanaan Pembangunan Tahunan Desa dalam Rangka Penyusunan RKP Desa TA 2027

NO DESA RENCANA MUSDES TEMPAT JAM KET
1 BARAMBAI Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
2 SUNGAI KALI Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
3 PENDALAMAN Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
4 HANDIL BARABAI Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
5 BAGAGAP Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
6 BARAMBAI KARYA TANI Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
7 PENDALAMAN BARU Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
8 KARYA BARU Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
9 BARAMBAI KOLAM KIRI Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
10 BARAMBAI KOLAM KANAN Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -
11 BARAMBAI KOLAM KIRI DALAM Belum ditentukan - 09.00 - Selesai -

Kamis, 21 Mei 2026

Monitoring Ketahanan Pangan Ayam Petelur, BUMDesa Rahayu Bersama Mulai Tunjukkan Hasil Positif

 


Barambai Kolam Kiri Dalam-Program ketahanan pangan melalui budidaya ayam petelur yang dikelola oleh BUMDesa Rahayu Bersama Desa Barambai Kolam Kiri Dalam terus menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pemerintah Desa bersama Pendamping Desa turun langsung melakukan monitoring untuk melihat kondisi usaha sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat.

Saat monitoring dilakukan, jumlah ayam petelur yang sebelumnya sebanyak 400 ekor kini tersisa 393 ekor. Secara umum kondisi ternak masih dalam keadaan baik dan aktif berproduksi. Usia ayam saat ini kurang lebih sudah memasuki 27 minggu, yang mana pada usia tersebut ayam mulai berada pada masa produktif bertelur.

Hasil produksi telur pun mulai terlihat cukup menjanjikan. Saat ini produksi telur mencapai sekitar 256 butir per hari. Penjualan juga berjalan lancar dengan rata-rata mencapai 8 rak telur per hari. Harga jual telur disesuaikan berdasarkan ukuran atau grade telur yang dihasilkan.

Untuk telur grade B dijual dengan harga sekitar Rp50.000 per rak, sedangkan grade C berada di kisaran Rp45.000 per rak. Dengan produksi yang terus meningkat, usaha ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi BUMDesa sekaligus mendukung program ketahanan pangan desa.

Pemerintah Desa berharap kegiatan ini terus berkembang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi langkah dalam memperkuat ekonomi desa, usaha ayam petelur ini juga menjadi bukti bahwa pengelolaan usaha desa yang dijalankan secara bersama-sama bisa menghasilkan perkembangan yang positif.

Monitoring seperti ini juga penting dilakukan agar setiap kendala di lapangan bisa cepat diketahui dan dicarikan solusi bersama. Semangat gotong royong antara Pemerintah Desa, pengelola BUMDesa, dan Pendamping Desa menjadi modal utama agar program ketahanan pangan desa dapat terus berjalan dan berkembang ke depannya.

Editor : Hery Sulistiyono

Rembuk Stunting-Desa Barambai Kolam Kiri Dalam

 


Cegah Stunting Butuh Kerja Sama Semua Pihak

Pemerintah Desa Barambai Kolam Kiri Dalam melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di desa. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, kader KPM, pihak kecamatan, petugas puskesmas, serta unsur masyarakat dengan jumlah kehadiran sebanyak 28 orang, terdiri dari 17 perempuan dan 11 laki-laki.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Barambai Kolam Kiri Dalam Bapak Budi Purnomo menyampaikan bahwa desa telah berhasil melakukan berbagai intervensi penanganan stunting. Salah satu capaian yang cukup membanggakan adalah keberhasilan desa mencapai nol masyarakat yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada tahun 2025. Selain itu, berdasarkan data pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026, Desa Barambai Kolam Kiri Dalam juga berhasil menjadi Desa Mandiri.

Meski demikian, pemerintah desa juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 anggaran Dana Desa mengalami penyesuaian karena adanya program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) serta program ketahanan pangan. Akibatnya, beberapa kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan kemungkinan belum dapat terlaksana sepenuhnya. Jumlah penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa juga mengalami pengurangan.

Kader KPM dalam paparannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat 20 ibu hamil dan 7 ibu hamil risiko tinggi (resti). Jumlah balita di desa tercatat sebanyak 95 anak, dengan 63 balita aktif mengikuti kegiatan posyandu. Dari hasil pendataan, terdapat 7 balita yang terindikasi stunting dan memerlukan perhatian bersama.

Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Barambai Ibu Sumainah,menjelaskan terkait perubahan sistem pelayanan posyandu. Posyandu balita, lansia, dan pelayanan lainnya kini akan disatukan menjadi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Oleh karena itu, desa nantinya perlu membuat Surat Keputusan (SK) baru bagi kader agar menjadi kader Posyandu 6 SPM.

Petugas gizi dari puskesmas juga mengingatkan pentingnya konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri. Menurutnya, remaja putri merupakan calon ibu sehingga kesehatan sejak dini sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan peran aktif semua pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, puskesmas, kader, hingga masyarakat.

Pendamping Desa Kecamatan Barambai Hery Sulistiyono, SKM dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa pencegahan dan penanganan stunting masih menjadi salah satu prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Pemerintah desa diharapkan tetap mengutamakan kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan remaja putri.

Disampaikan pula bahwa meskipun anggaran Dana Desa tahun 2026 mengalami penyesuaian karena adanya program nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih dan ketahanan pangan, desa tetap perlu memastikan program pencegahan stunting berjalan secara optimal. Bentuk dukungan tersebut dapat melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi kesehatan, sanitasi lingkungan, hingga peningkatan kapasitas kader kesehatan desa.

Melalui kegiatan Rembuk Stunting ini diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan ibu dan anak demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan.

Rabu, 20 Mei 2026

📊 Grafik Penyaluran Dana Desa Kecamatan Barambai Tahun 2026

Selasa, 19 Mei 2026

Cegah Stunting Dimulai Dari Kepedulian Bersama


Cegah Stunting Dimulai Dari Kepedulian Bersama

Pemerintah  Desa Karya Baru melaksanakan kegiatan rembuk stunting sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah desa, kader kesehatan, bidan desa, pihak puskesmas, Pendamping desa, Pendamping Lokal Desa, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karya Baru Bapak Sugiono, menyampaikan bahwa tugas kader kesehatan bukanlah tugas yang ringan. Dibutuhkan keikhlasan dan semangat bersama dalam membangun desa, khususnya pembangunan manusia, karena pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur semata.

“Ibu-ibu kader mempunyai tugas yang berat, dan kami berharap semuanya tetap ikhlas dalam membantu pembangunan desa, terutama pembangunan manusia. Mari bekerja sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari segi kesehatan dan lainnya,” ujar Kepala Desa.

Beliau juga berharap para kader terus aktif melakukan jemput bola kepada masyarakat agar target pelayanan kesehatan dapat tercapai dengan maksimal. Selain itu, disampaikan pula bahwa gedung posyandu desa direncanakan sudah dapat digunakan pada bulan Agustus mendatang sebagai salah satu prioritas usulan masyarakat untuk menunjang pelayanan kesehatan.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mendapat informasi terkait rencana program Sekolah Rakyat di Marabahan yang nantinya menyediakan fasilitas asrama dan dukungan dari pemerintah, sehingga diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Sementara itu, Kasi PM Kecamatan Barambai, Mukhlish, S.Sos mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting. Salah satunya dengan menjaga lingkungan rumah tetap sehat.

“Bapak-bapak yang merokok hendaknya tidak merokok di dalam rumah agar keluarga terlindungi dari risiko stunting,” pesannya.

Beliau juga menyampaikan bahwa Desa Karya Baru memiliki program ketahanan pangan berupa peternakan ayam petelur yang diharapkan dapat membantu pemenuhan gizi masyarakat. Pencegahan stunting, menurut beliau, bukan hanya tugas pemerintah atau kader saja, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

Dari paparan Bidan Desa Karya Baru diketahui bahwa saat ini terdapat dua ibu hamil dari desa dengan kondisi risiko tinggi akibat kadar HB rendah, ditambah satu ibu hamil dari desa seberang. Bahkan masih ada ibu hamil yang belum melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Bidan desa juga menyampaikan bahwa masih cukup sulit mengajak ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan HB di puskesmas maupun USG ke rumah sakit. Padahal pemeriksaan minimal dua kali sangat penting untuk deteksi dini risiko stunting. Namun di lapangan, sebagian besar baru melakukan satu kali pemeriksaan.

Harapannya ke depan desa dapat memiliki ambulans desa agar pelayanan kesehatan ibu hamil lebih mudah difasilitasi.

Untuk kondisi balita, saat ini terdapat sekitar 50 balita di Desa Karya Baru, dengan 6 anak masuk kategori risiko stunting atau sekitar 12 persen. Meski demikian, masyarakat dinilai cukup aktif datang ke posyandu, baik ibu hamil maupun balita. Posyandu remaja juga berjalan aktif dan bahkan menjadi salah satu desa dengan tingkat kehadiran remaja tertinggi di Kecamatan Barambai.

Ahli gizi dari Puskesmas Barambai turut memberikan edukasi terkait penyebab stunting dan pentingnya pencegahan sejak usia remaja, khususnya remaja putri yang menjadi salah satu pilar penting dalam mencegah stunting di masa depan.

Disampaikan pula pentingnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemberian MPASI setelah 6 bulan, serta imunisasi lengkap guna mencegah berbagai penyakit seperti campak yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan tersebut, Kader KPM menyampaikan bahwa sebagian besar sasaran pelayanan sudah hampir tercapai, meskipun masih terdapat tantangan seperti anak-anak yang susah makan.

Melalui rembuk stunting ini, seluruh pihak berharap muncul komitmen bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat untuk terus bergerak bersama mencegah stunting demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Desa Karya Baru.

#RembukStunting #DesaKaryaBaru #Barambai #CegahStunting #Posyandu #PembangunanManusia #KesehatanDesa

Senin, 18 Mei 2026

“Wujud Nyata Kemajuan Desa : Jalan RT 13, 14, dan 15 Barambai Kolam Kiri Mulai Ditingkatkan, Tim PKD Kecamatan & TPP Kecamatan Turun Langsung Lakukan Opname”

 


Peningkatan Jalan Desa..

Pemerintah Desa Barambai Kolam Kiri terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur desa guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga. Salah satu program prioritas yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 adalah kegiatan peningkatan jalan desa yang berlokasi di wilayah RT 013, RT 014, dan RT 015. Kegiatan tersebut memiliki volume pekerjaan sepanjang 300 meter dengan lebar 2 meter dan ketebalan 15 sentimeter.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi kegiatan, pembangunan ini bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran sebesar Rp73.950.000,- yang telah termasuk pajak dan biaya operasional. Kegiatan ini masuk dalam bidang pelaksanaan pembangunan desa dengan jenis pekerjaan pembangunan, rehabilitasi, peningkatan, dan pengerasan jalan desa yang dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Barambai Kolam Kiri.

Peningkatan jalan desa ini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat karena jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat secara langsung, mulai dari kemudahan akses transportasi, kelancaran mobilitas warga, hingga mendukung distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya. Selain itu, pembangunan jalan juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan yang sering menyebabkan jalan menjadi sulit dilalui.

Dalam rangka memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, TIM PKD Kecamatan bersama Tim Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Barambai turut melaksanakan monitoring, pengawasan, dan opname lapangan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendampingan dan pengawalan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan secara transparan, tepat mutu, tepat sasaran, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kehadiran tim pendamping di lapangan juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah desa dan pendamping desa dalam mendukung pembangunan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Masyarakat Desa Barambai Kolam Kiri menyambut baik kegiatan peningkatan jalan desa ini dan berharap pembangunan infrastruktur di desa dapat terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Pemerintah desa juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung, mengawasi, serta menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, pembangunan desa diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih maju, nyaman, aman, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Desa Barambai Kolam Kiri.

BUM Desa Naik Kelas! Langkah Baru Menuju PT Desa untuk Perkuat Ekonomi Desa

BUM Desa Menuju Level Baru: Persiapan Transformasi Menjadi PT Desa Mulai Dibahas Latar belakang Berdasarkan surat Dinas PMD No 400.10.2/246...