📢 Selamat Datang di Blog Resmi TPP Kecamatan Barambai | 📊 Update Data Dana Desa Terbaru 2026 | 🤝 #TPPKerjaBerdampak |

Kamis, 21 Mei 2026

Rembuk Stunting-Desa Barambai Kolam Kiri Dalam

 


Cegah Stunting Butuh Kerja Sama Semua Pihak

Pemerintah Desa Barambai Kolam Kiri Dalam melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di desa. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, kader KPM, pihak kecamatan, petugas puskesmas, serta unsur masyarakat dengan jumlah kehadiran sebanyak 28 orang, terdiri dari 17 perempuan dan 11 laki-laki.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Barambai Kolam Kiri menyampaikan bahwa desa telah berhasil melakukan berbagai intervensi penanganan stunting. Salah satu capaian yang cukup membanggakan adalah keberhasilan desa mencapai nol masyarakat yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada tahun 2025. Selain itu, berdasarkan data pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026, Desa Barambai Kolam Kiri juga berhasil menjadi Desa Mandiri.

Meski demikian, pemerintah desa juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 anggaran Dana Desa mengalami penyesuaian karena adanya program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) serta program ketahanan pangan. Akibatnya, beberapa kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan kemungkinan belum dapat terlaksana sepenuhnya. Jumlah penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa juga mengalami pengurangan.

Kader KPM dalam paparannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat 20 ibu hamil dan 7 ibu hamil risiko tinggi (resti). Jumlah balita di desa tercatat sebanyak 95 anak, dengan 63 balita aktif mengikuti kegiatan posyandu. Dari hasil pendataan, terdapat 7 balita yang terindikasi stunting dan memerlukan perhatian bersama.

Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Barambai menjelaskan terkait perubahan sistem pelayanan posyandu. Posyandu balita, lansia, dan pelayanan lainnya kini akan disatukan menjadi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Oleh karena itu, desa nantinya perlu membuat Surat Keputusan (SK) baru bagi kader agar menjadi kader Posyandu 6 SPM.

Petugas gizi dari puskesmas juga mengingatkan pentingnya konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri. Menurutnya, remaja putri merupakan calon ibu sehingga kesehatan sejak dini sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan peran aktif semua pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, puskesmas, kader, hingga masyarakat.

Pendamping Desa Kecamatan Barambai Hery Sulistiyono, SKM dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa pencegahan dan penanganan stunting masih menjadi salah satu prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Pemerintah desa diharapkan tetap mengutamakan kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan remaja putri.

Disampaikan pula bahwa meskipun anggaran Dana Desa tahun 2026 mengalami penyesuaian karena adanya program nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih dan ketahanan pangan, desa tetap perlu memastikan program pencegahan stunting berjalan secara optimal. Bentuk dukungan tersebut dapat melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi kesehatan, sanitasi lingkungan, hingga peningkatan kapasitas kader kesehatan desa.

Melalui kegiatan Rembuk Stunting ini diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan ibu dan anak demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rembuk Stunting-Desa Barambai Kolam Kiri Dalam

  Cegah Stunting Butuh Kerja Sama Semua Pihak Pemerintah Desa Barambai Kolam Kiri Dalam melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai bentuk...