Rembuk Stunting Desa: Komitmen Bersama Wujudkan Generasi Sehat dan Bebas Stunting
Pemerintah Desa bersama berbagai pihak terkait melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan desa. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Pendamping Desa, Kepala Puskesmas Barambai, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader kesehatan, perangkat desa, serta unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Melalui forum rembuk stunting ini, berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi untuk menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan desa tahun mendatang.
Pendamping Desa dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam memastikan seluruh program pencegahan stunting dapat berjalan dengan baik. Selain itu, hasil rembuk stunting diharapkan menjadi dasar penyusunan kegiatan yang tepat sasaran dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Barambai mengajak seluruh masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, balita, dan remaja putri. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.
Pada sesi pemaparan data, Kader Pembangunan Manusia (KPM) menyampaikan kondisi sasaran stunting di desa. Tercatat terdapat 14 ibu hamil, 39 balita yang terdiri dari 22 balita laki-laki dan 17 balita perempuan. Selain itu, masih ditemukan beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian bersama, di antaranya:
1 ibu hamil belum memiliki akses jamban yang layak.
9 anak dari total 39 balita masih belum memiliki akses jamban yang memadai.
19 anak belum memiliki akta kelahiran.
11 orang belum memiliki jaminan kesehatan.
Masih diperlukan peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.
Perlu penguatan pendampingan bagi remaja putri sebagai calon ibu di masa depan.
Peningkatan kehadiran dan keaktifan sasaran pada kegiatan Posyandu.
Melalui diskusi dan musyawarah, seluruh peserta sepakat bahwa isu sanitasi, dokumen kependudukan, jaminan kesehatan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam layanan kesehatan dasar menjadi prioritas yang harus segera ditindaklanjuti.
Kegiatan rembuk stunting ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, diharapkan berbagai faktor penyebab stunting dapat dicegah sejak dini sehingga anak-anak desa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Mari bersama-sama bergerak, peduli, dan beraksi untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak kita. Karena pencegahan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua.
Editor : Hery Sulistiyono, SKM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar