Rembug Stunting Desa Barambai Karya Tani 2026: Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas
Upaya pencegahan dan penanganan stunting terus menjadi perhatian bersama di Desa Barambai Karya Tani. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Rembug Stunting Desa Tahun 2026 yang melibatkan Pemerintah Desa, Kecamatan, Puskesmas, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Desa Barambai Karya Tani H. Ardiansyah yang dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Menurut beliau, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Barambai Bapak Muchklish, S. Sos menyampaikan bahwa program penanganan stunting telah lama menjadi program prioritas pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga desa. Ia menegaskan bahwa stunting merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam pola asuh, pemenuhan gizi anak, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
Kabar baik juga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Barambai dr. Mardiati. Berdasarkan data hingga April 2026, angka stunting di Desa Barambai Karya Tani menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja sama yang telah dibangun selama ini mulai menunjukkan hasil yang positif.
Namun demikian, masih terdapat beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian bersama. Oleh karena itu, forum rembuk stunting menjadi ruang untuk membahas berbagai permasalahan sekaligus mencari solusi yang tepat agar angka stunting dapat terus ditekan.
Pada kegiatan tersebut, Pendamping Lokal Desa yang baru bertugas di Desa Barambai Karya Tani Bapak Erviannor Rahman, juga memperkenalkan diri dan menyampaikan komitmennya untuk mendukung seluruh proses pembangunan desa, termasuk program percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Arnita, memaparkan hasil pemetaan sosial dan data sasaran stunting di desa. Dari jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1.000 jiwa, terdapat 72 balita yang menjadi sasaran pemantauan. Dari jumlah tersebut masih ditemukan 11 balita yang belum memiliki akta kelahiran.
Data juga menunjukkan terdapat 10 ibu hamil yang seluruhnya telah memiliki BPJS aktif dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Meski demikian, masih ditemukan beberapa keluarga yang menghadapi kendala akses sanitasi dan air bersih yang layak. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu segera ditangani karena berhubungan erat dengan kesehatan ibu dan anak.
Selain membahas kondisi balita dan ibu hamil, forum juga menyoroti pentingnya perhatian kepada remaja putri sebagai calon ibu di masa depan. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan.
Melalui rembuk stunting ini, berbagai pihak sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam penanganan faktor-faktor risiko stunting, mulai dari pemenuhan dokumen kependudukan, peningkatan kualitas sanitasi dan air bersih, optimalisasi layanan Posyandu, hingga edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh dan gizi seimbang.
Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Mari bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak, aktif datang ke Posyandu, melengkapi dokumen kependudukan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Dengan gotong royong dan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan generasi Desa Barambai Karya Tani yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
"Cegah Stunting Hari Ini, Wujudkan Generasi Hebat di Masa Depan."
Editor : Hery Sulistiyono, SKM

