📢 Selamat Datang di Blog Resmi TPP Kecamatan Barambai | 📊 Update Data Dana Desa Terbaru 2026 | 🤝 TPPMenginspirasi | 🤝 DesaMaju | 🤝 PendampingBerdaya | 🤝 #TPPKerjaBerdampak |

Senin, 22 Juni 2026

BUM Desa Naik Kelas! Langkah Baru Menuju PT Desa untuk Perkuat Ekonomi Desa
















BUM Desa Menuju Level Baru: Persiapan Transformasi Menjadi PT Desa Mulai Dibahas

Latar belakang

Berdasarkan surat Dinas PMD No 400.10.2/246/DPMD/2026 Hal Percepatan pembentukan Unit Usaha BUMDesa tanggal Marabahan, 10 Juni 2026 dimana pada ponit 2 yang  berbunyi Bagi desa yang sudah melaksanakan point 1, maka segera melakuan Pendaftaran Unit Usaha tersebut pada Notaris untuk mendapatkan Akta Notaris Perseroan Terbatas (PT) diharapkan bisa terlaksana pada bulan Juni 2026 .

Dengan demikiian di perlukan Fasilitasi pengumpulan kelengkapan dokumen administras untuk mendorong unit usaha BUMDes yg sudah berdiri secepatnya menjadi Perseroan Terbatas (PT) sehingga dapat mewujudkan visi misi Kabupaten Barito Kuala.

Dalam upaya mendorong BUM Desa semakin maju, profesional, dan mampu bersaing dalam pengembangan usaha ekonomi desa, telah dilaksanakan rapat koordinasi terkait rencana  pengembangan unit usaha BUM Desa dan identifikasi kelengkapan dokumen Persyaratan Pendaftaran Melalui Notaris untuk menjadi Perseroan Terbatas (PT Desa).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk memahami langkah-langkah yang perlu dipersiapkan agar BUM Desa tidak hanya berjalan sebagai lembaga usaha desa, tetapi juga mampu berkembang menjadi badan usaha yang lebih kuat dengan tata kelola yang lebih profesional.

Pada kesempatan tersebut, TAPM Kabupaten, Bapak Supiani, SE, memberikan penjelasan terkait arah pengembangan BUM Desa menuju PT Desa, mulai dari pentingnya penguatan kelembagaan, kesiapan pengelola, pengembangan unit usaha, hingga tahapan yang harus dilakukan agar proses transformasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai persiapan kelengkapan pendirian Perseroan Terbatas (PT) melalui notaris. Pembahasan mencakup dokumen administrasi, proses legalitas pendirian, struktur kepengurusan, serta berbagai hal teknis yang perlu disiapkan dalam membentuk badan usaha yang lebih profesional.

Kegiatan ini diikuti oleh PKA/perangkat desa yang membidangi BUM Desa serta ketua unit usaha BUM Desa yang telah dipilih dan ditetapkan melalui Musyawarah Desa. Kehadiran para pengelola menjadi langkah penting agar setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya dalam perjalanan pengembangan usaha desa.

Transformasi Unit Usaha BUM Desa menjadi PT bukan sekadar perubahan bentuk kelembagaan, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat usaha desa agar lebih mandiri, memiliki peluang kerja sama yang lebih luas, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui koordinasi dan pendampingan yang terus dilakukan, diharapkan BUM Desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, mengoptimalkan potensi lokal, serta membuka peluang baru menuju desa yang semakin maju dan berdaya saing.

Karena desa yang kuat adalah desa yang mampu mengelola potensinya menjadi kekuatan ekonomi bersama.


Editor : Hery Sulistiyono, SKM

Kamis, 04 Juni 2026

Kabar Baik! Angka Stunting di Barambai Karya Tani Menurun, Ini Langkah yang Dilakukan

 


Rembug Stunting Desa Barambai Karya Tani 2026: Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Upaya pencegahan dan penanganan stunting terus menjadi perhatian bersama di Desa Barambai Karya Tani. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Rembug Stunting Desa Tahun 2026 yang melibatkan Pemerintah Desa, Kecamatan, Puskesmas, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Desa Barambai Karya Tani H. Ardiansyah yang dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Menurut beliau, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Barambai Bapak Muchklish, S. Sos menyampaikan bahwa program penanganan stunting telah lama menjadi program prioritas pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga desa. Ia menegaskan bahwa stunting merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam pola asuh, pemenuhan gizi anak, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Kabar baik juga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Barambai dr. Mardiati. Berdasarkan data hingga April 2026, angka stunting di Desa Barambai Karya Tani menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja sama yang telah dibangun selama ini mulai menunjukkan hasil yang positif.

Namun demikian, masih terdapat beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian bersama. Oleh karena itu, forum rembuk stunting menjadi ruang untuk membahas berbagai permasalahan sekaligus mencari solusi yang tepat agar angka stunting dapat terus ditekan.

Pada kegiatan tersebut, Pendamping Lokal Desa yang baru bertugas di Desa Barambai Karya Tani Bapak Erviannor Rahman, juga memperkenalkan diri dan menyampaikan komitmennya untuk mendukung seluruh proses pembangunan desa, termasuk program percepatan penurunan stunting.

Sementara itu, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Arnita, memaparkan hasil pemetaan sosial dan data sasaran stunting di desa. Dari jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1.000 jiwa, terdapat 72 balita yang menjadi sasaran pemantauan. Dari jumlah tersebut masih ditemukan 11 balita yang belum memiliki akta kelahiran.

Data juga menunjukkan terdapat 10 ibu hamil yang seluruhnya telah memiliki BPJS aktif dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Meski demikian, masih ditemukan beberapa keluarga yang menghadapi kendala akses sanitasi dan air bersih yang layak. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu segera ditangani karena berhubungan erat dengan kesehatan ibu dan anak.

Selain membahas kondisi balita dan ibu hamil, forum juga menyoroti pentingnya perhatian kepada remaja putri sebagai calon ibu di masa depan. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan.

Melalui rembuk stunting ini, berbagai pihak sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam penanganan faktor-faktor risiko stunting, mulai dari pemenuhan dokumen kependudukan, peningkatan kualitas sanitasi dan air bersih, optimalisasi layanan Posyandu, hingga edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh dan gizi seimbang.

Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Mari bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak, aktif datang ke Posyandu, melengkapi dokumen kependudukan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Dengan gotong royong dan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan generasi Desa Barambai Karya Tani yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

"Cegah Stunting Hari Ini, Wujudkan Generasi Hebat di Masa Depan."


Editor : Hery Sulistiyono, SKM

Rabu, 03 Juni 2026

Data Terbaru Rembuk Stunting: Sanitasi, Jaminan Kesehatan, dan Akta Kelahiran Jadi Sorotan

 


Rembuk Stunting Desa: Komitmen Bersama Wujudkan Generasi Sehat dan Bebas Stunting

Pemerintah Desa bersama berbagai pihak terkait melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan desa. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Pendamping Desa, Kepala Puskesmas Barambai, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader kesehatan, perangkat desa, serta unsur masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Melalui forum rembuk stunting ini, berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi untuk menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan desa tahun mendatang.

Pendamping Desa dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam memastikan seluruh program pencegahan stunting dapat berjalan dengan baik. Selain itu, hasil rembuk stunting diharapkan menjadi dasar penyusunan kegiatan yang tepat sasaran dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Barambai mengajak seluruh masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, balita, dan remaja putri. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.

Pada sesi pemaparan data, Kader Pembangunan Manusia (KPM) menyampaikan kondisi sasaran stunting di desa. Tercatat terdapat 14 ibu hamil, 39 balita yang terdiri dari 22 balita laki-laki dan 17 balita perempuan. Selain itu, masih ditemukan beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian bersama, di antaranya:

  • 1 ibu hamil belum memiliki akses jamban yang layak.

  • 9 anak dari total 39 balita masih belum memiliki akses jamban yang memadai.

  • 19 anak belum memiliki akta kelahiran.

  • 11 orang belum memiliki jaminan kesehatan.

  • Masih diperlukan peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

  • Perlu penguatan pendampingan bagi remaja putri sebagai calon ibu di masa depan.

  • Peningkatan kehadiran dan keaktifan sasaran pada kegiatan Posyandu.

Melalui diskusi dan musyawarah, seluruh peserta sepakat bahwa isu sanitasi, dokumen kependudukan, jaminan kesehatan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam layanan kesehatan dasar menjadi prioritas yang harus segera ditindaklanjuti.

Kegiatan rembuk stunting ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, diharapkan berbagai faktor penyebab stunting dapat dicegah sejak dini sehingga anak-anak desa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Mari bersama-sama bergerak, peduli, dan beraksi untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak kita. Karena pencegahan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua.


Editor : Hery Sulistiyono, SKM

Bukan Sekadar Rayakan HUT, BUMDes Karya Bersama Pilih Berbagi dengan Ratusan Warga

  BUMDes Karya Bersama Desa Karya Baru Gelar Bakti Sosial HUT Ke-3, Salurkan Bantuan kepada 215 Kepala Keluarga Karya Baru, Barambai – Dala...